Huaaaahh lama juga nggak posting yah.... Well, 2 minggu terakhir lumayan sibuk ngerjain tugas-tugas jadi terpaksa harus menelantarkan blog sejenak, kebiasaan blogwalking pun tidak terlaksana selama 2 minggu karena tugas-tugas tadi. So, maaf yah.
2 minggu lalu, saya akhirnya kesampaian melakukan kunjungan balasan ke rumahnya Andrew, temen kantor di Jakarta yang asli orang Aussie 100%. Waktu Andrew bertugas di Indonesia, dia sempat berkunjung ke rumah saya yang letaknya 200 km dari Makassar. Nah, begitu tahu saya berada di Melbourne, Andrew ngajak saya ke rumahnya di Horsham yang jaraknya 300 km dari Melbourne, sebagai kunjungan balasan. Saya ditemani Monica merencanakan perjalanan yang menurut jadwal memakan waktu sekitar 4 jam setengah di tengah-tengah deadline tugas summary 5 biji.... What a challenging journey (preetttt)
.
Grampians
Untuk tiba ke Horsham, perjalanan harus ditempuh dengan kereta dan dilanjutkan dengan bus. Saya cukup enjoy dengan scenery yang saya nikmati melalui jendela kereta dan bus. Pemandangannya seperti yang saya lihat di film film (halah lebay). Sawah sawah yang menguning dan jalan yang berliku-liku mengikuti sungai sungai yang berkelok-kelok... hehehehe nggak ding... itu kan di Indonesia. Kalau di Australia, begitu keluar dari kota Melbourne, yang paling banyak terlihat adalah ranch (peternakan) domba dan sapi. Jalan pun tidak berkelok-kelok, maklum kontur tanahnya datar.....
Playing playing with the dogs
Sekitar jam 2, saya dan Monica tiba di Horsham dengan selamat sentosa tanpa kurang suatu apapun. Kami disambut Andrew dan pasangannya, Daisy dengan penuh sukacita (makin lebay dotcom). Hari pertama di Horsham saya habiskan dengan bermain bersama anjing-anjing Andrew di halamannya yang luasnya 3 kali lapangan bola. Sempat takjub juga melihat ada 3 ekor wallaby (sejenis kangguru) yang bercengkerama di halaman rumahnya Andrew. The first kangaroos I saw in Australia, soalnya jangan harap lihat kangguru di Melbourne.... Ga bakal liat kecuali di Zoo.
View from Andrew's house
Hari kedua, dimulai dengan nonton permainan netball dan footy di stadion olahraga lokal disana. Sebenarnya untuk masuk ke tempat ini, semua orang harus bayar. Tapi berhubung lapangan olahraga ini jarang dikunjungi bule (orang asing seperti saya dan Monica) dan kami terlihat jauh berbeda dari penduduk lokal, kami dibolehkan masuk gratis tis tis (Tau aja kalo saya suka gratisan, hhehehehe). Netball dimainkan oleh anak cewek dan di Horsham mereka punya liga netball untuk sekolah menengah. Sedangkan Footy adalah nama gaulnya football. Permainan super keras yang digemari warga Australia dan tidak dimainkan di belahan bumi manapun kecuali Australia. Dari Andrew, saya banyak belajar tentang aturan-aturan umum dalam football yang sebenarnya kurang punya aturan hehehehe (bingung kan?? Ga usah khawatir, saya juga kok).
Jeremy menjelaskan prinsip dasar dalam bermain football
Setelah puas menonton netball dan football, Andrew dan Daisy mengajak saya ke Grampians. Tempat ini merupakan area preservasi hutan dengan pemandangan yang indah. Daerah hutan ini pernah mengalami kebakaran di tahun 2006 akibat musim kering. Banyak kangguru dan fauna lain yang mati terpanggang karena insiden ini. Saya masih melihat sisa sisa kebakaran di hutan Grampian, banyak pohon-pohon yang memiliki batang berwarna hitam. Tapi, vegetasi baru mulai tumbuh dan pemandangannya tetap indah setelah 4 tahun peristiwa itu terjadi. Kangguru-kangguru juga masih banyak yang lalu lalang di dekat mobil yang kami kendarai. Yang paling menakjubkan sebenarnya adalah dari puncak bukit, kami bisa melihat pemandangan Australia dari atas, sayangnya begitu sampai di atas kabut tebal menyelimuti Grampian sehingga gambar yang saya peroleh tak seindah gambar brosurnya (pity me!!!)
View from the top, serasa di Ngarai Sianok
Setelah puas menikmati air terjun, tebing berkabut serta aroma eucalyptus sepanjang perjalanan, kami kembali ke rumah Andrew yang nyaman dan menghabiskan malam terakhir di Horsham dengan menonton film bersama keluarga Andrew. Finally, I experience the Australian life....
Mengunjungi Horsham memberikan kesan berbeda tentang Australia. Kehidupan di Horsham ternyata berbeda dengan Melbourne. Di Melbourne, kebudayaan sangat beragam dan bahkan terlalu beragam karena kota ini didominasi pendatang. Kerap di dalam tram saya bisa mendengar 5 atau 6 bahasa yang berbeda. Horsham memperkenalkan kehidupan ala orang Australia, budaya tak terlalu beragam disini, malah seragam. Orang-orangnya pun ramah dan saling menyapa saat bertemu.
Wuihhh ada kangguru
Andrew dan Daisy memperkenalkan keramah-tamahan yang saya harapkan dari keluarga Australia. Saya masih berharap bisa kembali ke Horsham karena puncak Grampians masih menimbulkan rasa penasaran bagaimana rupanya saat tak diselimuti kabut. Selain itu saya ingin bermain sepuasnya dengan Dorothy di Horsham.
Who is Dorothy?????
Dorothy itu anjing Andrew yang lucu banget hehehehehe




Beri Komentar Tutup comment